formats

Mengenal Belitung

Belitung, atau Belitong ( yang dalam bahasa melayu setempat diambil dari nama sejenis siput laut), dulunya dikenal sebagai Billiton adalah sebuah pulau di lepas pantai timur Sumatra, Indonesia, diapit oleh Selat Gaspar ( selat antara belitung dan bangka ) dan Selat Karimata ( selat diantara belitung dan kalimantan tepatnya kalimantan barat/pontianak ).

 

Pulau ini terkenal dengan lada putih (Piper sp.) namun sayangnya penduduk setempat sudah mulai meninggalkan tanaman lada putih ini, di Belitung lada yang dihasilkan benar2 berwarna putih bukan lada hitam didalam bahasa


setempat belitong disebut “sahang” dan bahan tambang tipe galian-C seperti timah putih (Stannuum), pasir kuarsa, tanah liat putih (kaolin), dan granit. Serta akhir-akhir ini menjadi tujuan wisata alam karena terkenal dengan film laskar pelanginya yang dimana di Belitong inilah tempat shooting film laskar pelangi itu.

 

Kota utamanya adalah Tanjung Pandan, bila anda berkunjung ke tanjungpandan jangan lupa ke museum Tanjungpandan untuk melihat sejarah Belitung disana.

 

 

 

 

Sekarang ini pulau belitung terbagi menjadi 2 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Belitung, beribukota di Tanjung Pandan, dan Belitung Timur, beribukota Manggar, jarak tempuh dari tanjungpandan ke manggar adalah sekitar 1 (satu) jam perjalanan.

 

Sebagian besar penduduk pulau Belitung ini, terutama yang tinggal di kawasan pesisir pantai, sangat akrab dengan kehidupan bahari yang kaya dengan hasil ikan laut. Berbagai olahan makanan yang berbahan ikan menjadi makanan sehari-hari penduduknya. masakan khas melayu belitung adalah “gangan” semacam sup yang dimasak segar, jangan lupa makan gangan bila berkunjung ke belitung tentunya. kekayaan laut belitung terbukti dengan banyaknya perusahaan pengekspor ikan dan hasil laut lainya di Belitung anda bisa lihat di pasar ikan tanjungpandan berdiri pabrik-pabrik ikan besar yang sebagian besar dari hasilnya di ekspor ke luar negeri, selain itu Belitung juga dikenal sebagai penghasil timah yang sudah sejak zaman kolonial Belanda telah dimulai penambangan timah disini, akan tetapi laut belitung masih sangat terjaga dari aktivitas tambang laut.

 

Penduduk Belitung sebahagian besar adalah asli melayu Belitong bertutur kata melayu yang sebahagian bahasanya mirip dengan tutur bahasa malaysia, penduduk kedua terbesar adalah keturunan tionghoa HAKKA atau kek dan Hokian sebagian kecil, disamping itu suku bangsa lain yang banyak mendiami pulau belitung adalah suku bugis, jawa, madura, palembang, dan sebagian kecil orang bali yang pindah kebelitung karena transmigrasi anda bisa melihat perkampungannya di wlayah sijuk dengan nama kampung balitung.

 

Secara geografis pulau Belitung (Melayu ; Belitong) terletak pada 107°31,5′ – 108°18′ Bujur Timur dan 2°31,5′-3°6,5′ Lintang Selatan. Secara keseluruhan luas pulau Belitung mencapai 4.800 km² atau 480.010 ha.Pulau Belitung disebelah utara dibatasi oleh Laut Cina Selatan, sebelah timur berbatasan dengan selat Karimata, sebelah selatan berbatasan dengan Laut Jawa dan sebelah barat berbatasan dengan selat Gaspar. Di sekitar pulau ini terdapat pulau-pulau kecil seperti Pulau Mendanau, Kalimambang, Gresik, Seliu dan lain-lain.

 

Belitung merupakan kepulauan yang terbesar adalah pulau Belitung, kedua terbesar adalah Pulau Selat Nasik, sejarah Belitung dahulu juga mengalami beberapa pemerintahan raja-raja. Pada akhir abad ke-7, Belitung tercatat sebagai wilayah Kerajaan Sriwijaya lalu kemudian zaman Kerajaan Majapahit mulai berjaya pada tahun 1365, pulau ini menjadi salah satu benteng pertahanan laut kerajaan tersebut, kemudian baru pada abad ke-15, Belitung mendapat hak-hak pemerintahannya. Tetapi itupun tidak lama, karena ketika Palembang diperintah oleh Cakradiningrat II, pulau ini segera menjadi taklukan Palembang

 

Sejak abad ke-15 di Belitung telah berdiri sebuah kerajaan kecil yaitu Kerajaan Badau dengan Datuk Mayang Gresik sebagai raja pertama. Pusat pemerintahannya terletak di sekitar daerah Pelulusan sekarang ini. Wilayah kekuasaaannya meliputi daerah Badau, Ibul, Bange, Bentaian, Simpang Tiga, hingga ke Buding, Manggar dan Gantung. Beberapa peninggalan sejarah yang menunjukkan sisa-sisa kerajaan Badau, berupa tombak berlok 13, keris, pedang, gong, kelinang, dan garu rasul. Peninggalan-peninggalan tersebut dapat ditemui di Museum Badau.

 

Kerajaan kedua di Belitung adalah Kerajaan Balok. Raja pertamanya berasal dari keturunan bangsawaan Jawa dari Mataram Islam bernama Kiai Agus Masud atau Kiai Agus Gedeh Ja’kub, yang bergelar Depati Cakraningrat I dan memerintah dari tahun 1618-1661. Selanjutnya pemerintahan dijalankan oleh Kiai Agus Mending atau Depati Cakraningrat II (1661-1696), yang memindahkan pusat kerajaan dari Balok Lama ke suatu daerah yang kemudian dikenal dengan nama Balok Baru. Selanjutnya pemerintahan dipegang oleh Kiai Agus Gending yang bergelar Depati Cakraningrat III.

 

Pada masa pemerintahan Depati Cakraningrat III ini, Belitung dibagi menjadi 4 Ngabehi, yaitu :

1. Ngabehi Badau dengan gelar Ngabehi Tanah Juda atau Singa Juda

2. Ngabehi Sijuk dengan gelar Ngabehi Mangsa Juda atau Krama Juda

3. Ngabehi Buding dengan gelar Ngabehi Istana Juda

Sejarah kerajaan kecil di Belitung mewarnai kehidupan dan corak budaya masyarakat sehinggan sekarang ini.

 

Belitung Sekarang :

Belitung sekarang sudah bersolek dengan banyaknya pembangunan kepariwisataan didaerah ini, hotel berbintang banyak berdiri dipulau ini, dari mulai bintang dua sampai bintang lima, benar-benar dampak kemajuan pariwisata sudah sangat terasa di belitung ini. pesawat selalu full oleh karenanya untuk tiket pesawat sebaiknya untuk cek tiket jauh hari sebelum kepergian anda tentunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Home Uncategorized Mengenal Belitung